Sabtu, 01 Agustus 2015

Sistem Operasi Linux



            A. Cara instalasi sistem operasi linux debian 6.0, antaralain :

1)      Pada installer Boot Menu langsung pilih saja Instal.
2)      Pilih bahasa yang di inginkan.
3)      Pilih lokasi tempat tinggal . Jika tidak ada dalam daftar,  bisa memilih other.
4)      Pilih benua tempat tinggal.
5)      Pilih negara tempat tinggal .
6)      Konfigurasi basis standard lokal, pilih United States .
7)      Pilih keyboard layout yaitu American English.
8)      Jika diminta untuk memilih primary network interface, silakan pilih yang eth0.
9)      Selanjutnya akan ada proses configure the network, jika terjadi kegagalan abaikan saja dan klik continue.
10)  Silakan masukan IP Address.
11)  Biasanya netmask akan terisi otomastis. Jika tidak terisi otomatis, silakan isi secara manual. Contohnya 255.255.255.0
12)  Gateway juga biasanya terisi otomastis. Jika tidak terisi otomastis,  masukan Network ID seperti IP Address namun segmen terakhir atau Host ID ubah dengan angka 1.
13)  Begitupun Name Server Address akan terisi otomatis. Jika tidak isi saja sama dengan Gateway, atau sama dengan IP Address yang digunakan server.
14)  Isi hostname dengan nama apapun yang di sukai. Pada windows hostname adalah computer name. Contoh hostname: debian.
15)  Domain bisa sobat isi dengan hostname dengan diakhiri dengan sebuah domain (.com, .net, .sch, .org dll).
16)  Isi root password. Root password adalah password untuk super user pada SO yang saat ini  instalkan. Superuser itu seperti Administrator pada SO Windows.
17)  Masukan kembali root password yang telah di buat untuk verifikasi.
18)  Masukan nama lengkap untuk user baru.
19)  Masukan username sesuai dengan yang di inginan .
20)  Masukan password untuk user baru yang telah di buat.
21)  Masukan kembali password yang baru di buat untuk verifikasi.
22)  Konfigurasi zona waktu, pilihlah kota terdekat dengan tempat tinggal . Atau pilihlah kota yang sesuai dengan zona waktu di tempat tinggal .
23)  Pada metode pemartisian, pilihlah Guided-use entire disk untuk membuat seluruh hardisk menjadi partisi. Jika  ingin mengatur lebih lanjut atau membuat pastisi lebih dari satu buah,  bisa memilih manual.
24)  Jika meminta pemilihan disk, pilihlah disk yang di inginkan untuk diproses dalam pemartisian.
25)  Pada skema pemartisian, pilihlah all files in one partition untuk menyimpan semua file system pada satu partisi. Pilihan ini direkomendasikan untuk pengguna baru.
26)  Jika  telah selesai dalam mengatur pemartisian, maka pilihlah finish partitioning and write change to disk
27)  Pada pertanyaan write the change to disk, pilihlah yes untuk menyimpan pengaturan pemartisian yang telah lakukan.
28)  Scan another CD or DVD, silakan pilih yes jika mempunyai paket repository lain pada Debian. Jika tidak punya, pilih saja No.
29)  Pada pertanyaan use the netwotk mirror, pilih saja No jika tidak akan menggunakan jaringan lain pada SO yang telah di  instal.
30)  Pada participate in the package survey, pilih saja No jika tidak akan ikut berpartisipasi dalam survei penggunaan packet.
31)  Pilih Standard System Utilities saja.
32)  Tunggu hingga selesai.
33)  Muncul instal the GRUB Boot Loader to the master boot record, pilihlah yes.
34)  Setelah ini proses instalasi pun selesai. Klik continue dan Debian akan merestart otomatis.
35)  Akan langsung memulai proses Booting, lalu login dengan user dan user password yang telah dibuat buat.  

                  B.     Sejarah sistem operasi linux

Linux pada awalnya dibuat oleh seorang mahasiswa Finlandia yang bernama Linus Torvalds. Dulunya Linux merupakanproyek hobi yang diinspirasikan dari Minix, yaitu sistem UNIX kecil yang dikembangkan oleh Andrew Tanenbaum. Linux versi 0.01 dikerjakan sekitar bulan Agustus 1991. Kemudian pada tanggal 5 Oktober 1991, Linus mengumumkan versi resmi Linux, yaitu versi 0.02 yang hanya dapat menjalankan shell bash (GNU Bourne Again Shell) dan gcc (GNU C Compiler).
Saat ini Linux adalah sistem UNIX yang sangat lengkap, bisa digunakan untuk jaringan, pengembangan software dan bahkan untuk pekerjaan sehari-hari. Linux sekarang merupakan alternatif sistem operasi yang jauh lebih murah jika dibandingkan dengan sistem operasi komersial (misalnya Windows 9.x/NT/2000/ME). Linux mempunyai perkembangan yang sangat cepat. Hal ini dapat dimungkinkan karena Linux dikembangkan oleh beragam kelompok orang. Keragaman ini termasuk tingkat pengetahuan, pengalaman serta geografis. Agar kelompok ini dapat berkomunikasi dengan cepat dan efisien, internet menjadi pilihan yang sangat tepat.  

C.  Perbedaan Sistem operasi Closed source dan open source
a.       Closed source :
·         Tidak mengerjakan sebuah kernel saja tetapi semua aspek ( desain, multitask, window manager , compability).
·         Harus membayar dan membelinya dulu.
·         Ada sertifikat untuk setiap pembelian
·         Hanya untuk 1 pengembang saja.

b.      Open source :
·         Proyek pekerjaan sebuah kernel.
·         Didapatkan secara gratis dan Cuma Cuma.
·         Tidak ada sertifikat khusus setiap kita menggunakanya.
·         Proyek yang melibatkan orang di seluruh dunia.






Tidak ada komentar:

Posting Komentar